Informasi Kejadian Keracunan yang Diberitakan Oleh 138 Media Massa Online pada Bulan Juli – September 2017

Sepanjang bulan Juli hingga September 2017, Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKerNas) telah mengumpulkan berita kejadian keracunan dari media massa online yang terdaftar di dewan pers. Insiden keracunan yang dilaporkan adalah berita kejadian keracunan dengan jumlah korban lebih dari 1 orang. Terdapat 15 media massa online sebagai sumber berita insiden keracunan. Berdasarkan sumber tersebut terdapat jumlah insiden keracunan sebanyak 39 insiden dan jumlah korban terdokumentasi sedikitnya 908 orang dengan korban meninggal dunia sebanyak 29 jiwa.

Tabel 1. Distribusi Insiden Keracunan Berdasarkan Kelompok Penyebab (Juli-September 2017)

No

Kelompok Penyebab Keracunan

Jumlah Insiden

Persentase

(%)

Korban

Korban Meninggal

1

Campuran

2

5,13

22

3

2

Makanan

27

69,2

810

3

3

Minuman

3

7,69

38

3

4

Obat

1

2,56

12

0

5

Pencemar Lingkungan

4

10,3

18

18

6

Pestisida

1

2,56

4

2

7

Tumbuhan

1

2,56

4

0

Grand Total

39

100

908

29

Insiden keracunan yang disebabkan oleh makanan olahan jasaboga sebanyak 9 insiden dengan 422 korban, makanan olahan rumah tangga sebanyak 8 insiden dengan 249 korban dan 1 orang diantaranya meninggal dunia, makanan olahan jajanan (PKL) sebanyak 6 insiden dengan 88 orang korban, makanan olahan dalam kemasan sebanyak 2 insiden yang menyebabkan 37 orang korban, makanan segar sebanyak 1 insiden dengan 7 korban dan 1 orang di antaranya meninggal dunia, minuman keras/alkohol sebanyak 2 insiden dengan 22 orang korban dan 3 orang di antaranya meninggal dunia, minuman lain sebanyak 1 insiden dengan 16 korban, serta penyebab keracunan oleh makanan yang tidak diketahui sebanyak 1 insiden dengan 7 orang korban dan 1 orang di antaranya meninggal dunia.

Insiden keracunan yang diakibatkan oleh pencemar lingkungan terjadi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Salah satu insiden keracunan terjadi akibat 7 orang pekerja masuk ke dalam bak penampungan limbah pembuatan kardus telur di sebuah industri rumah tangga pembuat trey kardus telur. Pada insiden tersebut 7 orang menghirup gas beracun yang dilaporkan sebagai Hidrogen sulfida hingga meninggal dunia.

Kejadian keracunan akibat obat terjadi di Jawa Barat akibat penyalahgunaan obat keras golongan psikotropika sehingga menimbulkan 12 orang korban keracunan. Berdasarkan laporan, korban dengan sengaja melakukan penyalahgunaan obat keras tersebut untuk tujuan rekreasional (bukan untuk tujuan pengobatan yang legal berdasarkan hasil anamnesis, diagnosis, dan peresepan pengobatan dari dokter yang jelas teregistrasi dan memiliki izin praktek terhadap seorang pasien tertentu).

Satu insiden keracunan akibat pestisida terjadi di Jawa Tengah. Dilaporkan bahwa dalam insiden tersebut, sebuah keluarga terdiri dari 4 orang menggunakan pestisida pertanian berbahan aktif diazinon sebagai pembasmi kutu rambut. Pada insiden tersebut, keempat anggota keluarga tersebut mengalami keracunan dan dua di antaranya meninggal dunia.

Insiden keracunan akibat racun alam tumbuhan terjadi di Jawa Tengah, di mana sebuah keluarga mengonsumsi oseng jamur liar yang tumbuh di sekitar kebun. Terdapat 4 orang korban keracunan dalam insiden tersebut, dan tidak terdapat korban meninggal dunia.

Selain itu di Jawa Tengah tercatat insiden keracunan yang mengakibatkan 7 korban keracunan dengan 3 di antaranya merupakan korban meninggal. Kejadian ini merupakan insiden keracunan akibat penyebab campuran makanan berupa sate kambing dan minuman beralkohol dan dikonsumsi para korban keracunan.

Grafik profil insiden keracunan di Indonesia berdasarkan provinsi, sesuai informasi dari media massa online (Juli-September 2017):