Informasi Kejadian Keracunan dari 138 Media Massa Online pada Bulan Juli – September 2016

Selama bulan Juli sampai dengan September 2016 terdapat 26 insiden keracunan yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia yang dikumpulkan dari 138 media massa online. Insiden keracunan tersebut didominasi oleh keracunan pangan.  Sebanyak 25 insiden keracunan disebabkan oleh makanan dan minuman, satu insiden keracunan akibat racun alam.

Insiden keracunan pangan yang diperoleh mencakup sembilan insiden keracunan disebabkan oleh makanan olahan rumah tangga dengan total korban 490 orang dan dua diantaranya meninggal dunia; delapan insiden keracunan karena makanan olahan jasa boga dengan total korban 316 orang, tiga insiden keracunan karena makanan olahan jajanan (PKL) dengan total korban 29 orang, dua insiden keracunan karena makanan olahan dalam kemasan dengan total korban 20 orang serta dua insiden keracunan karena minuman dalam kemasan dengan total korban dua orang serta campuran antara makanan dan minuman sebanyak satu insiden keracunan dengan korban tujuh orang.

Satu insiden keracunan terjadi di wilayah Sumatera Selatan yang disebabkan karena racun alam, warga Tebing Sumatera Selatan mengkonsumsi jamur liar yang diperoleh dari lokasi pembuangan limbah kulit kopi di belakang mesin penggilingan kopi di desa tersebut. Jamur tersebut banyak tumbuh di lokasi pembuangan limbah kopi, warga mengambilnya untuk dimasak, untuk lauk makan malam. Seketika warga mengalami pusing, mual dan muntah-muntah, insiden keracunan ini menyebabkan 27 korban keracunan.

Berdasarkan berita keracunan yang dikumpulkan dari bulan Juli – September 2016 kejadian keracunan yang terjadi meliputi wilayah Sumatera yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Pekanbaru, Riau, Batam; wilayah Jawa meliputi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jogjakarta; wilayah Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan; wilayah Kalimantan yaitu Kalimantan Barat dan wilayah  Papua.